Wednesday, November 21, 2007

maem salak

A: "Nara, mau maem salak, Nara?"
N: "Asyiiiiiik, beneran ya Aruna, aku dikasih ya"
A: "Tapi kata Mommy, Nara belum bisa"
N: "Ah, tak papa Aruna, ehhhm aku mau banget tuh, keliatannnya enak...slruuup(glek)!"

A: "Ah, ngga usah ajalah ya, ini aku juga kurang kayaknya. Nanti aja kalau sudah besar aja. Nanti aku makan salak, kita maen bijinya. Bisa kita bikin mainan Nara, kayak bekelan itu loh. Jadi maap yah. "(sambil terus ngunyah)
N: "*!@@#@!!!***"(bete abis)

Berkomunikasi lewat telpon

Aruna sekarang sudah mulai mampu mengekspresikan apa yang ingin disampaikan dalam pembicaraan lewat telepon. Dulu, wah susah sekali dan bahkan jarang sekali mau bicara di telepon dengan siapa saja. Nah kesempatan berjauhan dengan ayah menjadi sarana untuk Aruna berkomunikasi dengan lebih baik di telepon. Kini Aruna mulai bisa bercerita tentang kegiatan Aruna hari itu, walapun ceritanya masih sepenggal-sepenggal.

Aruna pun pelan-pelan ibu ajarkan bagaimana menggunakan telepon. Kalau ibu mau telepon, terkadang ibu yang mendiktekan dan Aruna yang membantu memencet nomernya. Tapi kalau untuk menerima telepon masuk, Aruna belum ibu kasih ijin. Karena telepon yang masuk ketempat eyang banyak juga yang penting, kecuali kalau janjian sama teman ibu yang akan telepon, nanti ibu bilang yang akan mengangkat Aruna, baru deh boleh dia yang pegang duluan :)

Monday, November 19, 2007

makan kepiting rebus


Pulang dari pantai, ibu mampir membeli kepiting. Wah Aruna sempet takut lihat kepitingnya sebab warnanya hitam dan masih hidup, walaupun capitnya sudah diikat. Lalu eyang pun merebusnya dan warnanya pun berubah menjadi merah. Aruna pun kemudian menikmatinya. Makannya digado (tanpa nasi) sambil dicolek di sambal kecap. Hmmmmm, nyammmm!superb!

Sunday, November 18, 2007

Ke Taman Bougenville

Setelah dari pagi sampai siang Aruna, mommy, Nara, eyang juga om Hendy bermain di pantai, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Bougenville. Taman ini terletak di bukit di dekat kota Singkawang. Indah sekali tempatnya dan sejuk rasanya bermain di taman itu. Disana terdapat berbagai jenis tanaman hias dan ada pula kolam dan tempat bermain. Aruna menemani eyang-eyangnya melihat berbagai jenis tanaman sambil sesekali ikutan memegang, mencium tanaman yang dipegang eyangnya juga. Aruna tahu bahwa dia tidak boleh memetik bunga dan daun di tempat itu agar orang lain masih dapat menikmatinya juga. Malah dia yang mengingatkan ibu supaya hati-hati memegangnya:)

Disini, Aruna melihat berbagai jenis tanaman, ada talas, euphorbia, kaktus, dll. Yang menarik perhatian Aruna adalah tanaman kantung semar dan tanaman yang berbuah mirip strawberi kata Aruna.
Eyangpun tak lupa membeli beberapa jenis tanaman untuk menambah koleksi tanaman hias di rumah. Aruna membantu membawa tanaman yang ada dalam pot kecil. Ibu ingatkan supaya Aruna tidak lupa membantu eyang menyirami tanaman kantung semarnya agar tak kering dan Aruna pun dengan semangat mengiyakan!

Beach, here I come!!!!

Aruna pergi ke pantai! Yeaahhh, akhirnya kesampaian juga akhirnya setelah menunggu saat yang tepat, maksudnya, sempatnya semua pihak yang terkait kayak om Hendynya dan eyang-eyangnya yang pada masih sibuk kerja. Aruna pergi ke pantai bersama mommy, eyang muti, eyang bude, dan tentu saja om Hendy! Perjalanan ditempuh kurang lebih 4 jam dengan mobil, wah lama juga ya...iya soalnya pake acara mampir-mampir ke Sei. Pinyuh. Selain buat buang air kecilnya Aruna, juga buat nyari makanan kesenangan mommy jaman kecil dulu, sekalian nostalgia ceritanya :)

Pantai pertama yang kita kunjungi adalah pantai Samudera. Disana kami sempat bermain pasir dan mencari kerang. Eyang dan mommy juga bercerita pada Aruna tentang masa kecil mommy waktu bermain di pantai. Eyang bude juga mengajak kita semua bersyukur bisa menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Aruna juga mendengarkan bagaimana susahnya petani menangkap ikan dan hasil tangkapannya yang kita makan sehari-hari. Makanya kata eyang bude, Aruna harus makan ikan sampai habis, supaya tak sia-sia usaha para nelayan tadi.

Cuma memang tak terlalu lama kami maen di pantai Samudera karena kami melanjutkan perjalanan ke pantai berikutnya yaitu pantai Pasir Panjang. Disana kami makan siang bersama dengan nasi dan lauk pauk yang kami bawa sendiri, wah Aruna juga maemnya banyak sekali. Selain itu kami juga memesan es kelapa muda, yang makannya langsung dari kelapanya, wah ini yang membuat Aruna termehek-mehek kesenangan, iyalah sensasinya emang beda ya, Na!

Di pantai ini kami bermain-main pasir dan bermain air. Walaupun pertamanya Aruna agak takut-takut, maklum aja khan kaki kecilnya masih gampang ikut hanyut ketika ombak kembali ke laut.
Namun lambat laun Aruna mulai menikmati juga. Apalagi waktu maen pasir, ya udah deh, kayak kembali ke habitatnya hehehehe...alias gak mau naek. Cuma karena mommy harus menyusui Nara, jadinya mommy harus naik ke atas dan Aruna yang ngga mau mommy tinggal jadi ikut-ikutan naik, padahal masih kepengen banget sebenarnya Aruna bermain lebih lama :(

Ya udah lain kali lagilah ya Na, kalau ada kesempatan, kita lihat pantai yang indah lagi :)

Thursday, November 15, 2007

Naik pangkat


Dari yang biasanya diminta tolong buat ngambilin baju, atau celana kalau adik Nara pipis atau mandi, Aruna naik pangkat deh, karena sekarang terkadang udah ibu bolehin pakein celana atau buka kancing baju Nara. Cuma ya selalu masih dengan pengawasan ibu. Kayaknya bisa merasakan mengerjakan hal diatas, Aruna senengnya minta ampun...:).
Setelah ibu yang belajar memberi kepercayaan pada Aruna berkaitan dengan Nara, ibu perhatikan Aruna jadi belajar menjadi kakak yang baik juga, lebih mau perhatian, lebih ngga nakalin adiknya, pokoknya lebih sayang. Tapi ibu juga tidak boleh lengah dan tetep waspada, namanya juga masih kecil, terkadang yang maksudnya baik tapi masih tetep belum bisa kira-kira kemampuannya.

Nah sekarang udah ibu janjiin nanti kalau Nara nanti mulai makan, Aruna juga boleh bantu kasih makan....wah sudah mulai ditagih-tagih deh ibu mulai sekarang, padahal Nara baru 5 bulan, masih nunggu sebulan nih, Aruna!

Tuesday, November 13, 2007

Ms. WIS POKOKNYA!!!

Aruna ini memang terkenal kalau keras kemauannya. Apa saja yang kira-kira bisa dilakukannya sendiri, harus dia sendiri yang melakukannya. Itu bisa dari hal-hal kecil sampai hal besar yang menurut ibu belum bisa dilakukannya. Kalau Aruna mau, ya itu tadi...POKOKNYA harus dilakukan oleh Aruna. Terkadang ada baiknya karena ibu melihat Aruna akan berjuang sehabis-habisnya, cuma kadang kok ya ngoyo banget gitu loh kalau emangnya belum bisa :)

Cuma ya sebagai ibu, yang penting ibu sudah berusaha untuk mendorong dan menyemangatinya untuk melakukan yang terbaik yang Aruna bisa, kalau mentoook...tok...tok... dia sudah tak bisa baru ibu tawarkan bantuan (yang kadang harus menunggu lama karena Aruna masih ngeyel). Seiring waktu, kemauan yang keras tadi kini mulai dipadukan dengan logika yang kuat juga. Artinya Aruna sekarang mulai belajar mengenal langkah-langkah apa yang harus dilakukannya supaya usahanya itu bisa berhasil.

Namun jujur, ada kebanggaan yang tersirat di hati ibu kalau kemauannya yang keras yang dimiliki Aruna itu membawanya pada pemahaman tentang arti sebuah ketekunan, kerja keras yang memang bisa membuahkan keberhasilan.

Tuesday, October 30, 2007

Transportasi 3: Kapal di sungai Kapuas


Sore hari, Eyang dan om Hendy mengajak Aruna melihat kapal lebih dekat di tepi sungai Kapuas yang terkenal itu. Disana Aruna melihat berbagai jenis kapal seperti kapal ferry, kapal barang, kapal penumpang bahkan Aruna sempat pula melihat sampan untuk mengangkut penumpang. Senangnya kami bisa menghabiskan senja yang indah di tepian Kapuas :)

Wednesday, October 17, 2007

Teman Baru


Setiap awal bulan, di rumah eyang diadakan Posyandu Lansia. Maklum saja eyang kakung ini termasuk 'aktivis lansia' :). Kegiatan Posyandu ini antara lain adalah pemeriksaan rutin kesehatan seperti; penimbangan, pemeriksaan tensi, dll. Selain itu juga setiap hari Minggu juga diadakan senam lansia di rumah eyang. Biasanya Aruna pun ikut sibuk membantu eyang kakung menyiapkan tempat, menyusun minuman dan membantu menyiapakan snack makanan.

Kini Aruna mulai terbiasa berinteraksi dengan para sepuh:). Kalau ditanya-tanya, Aruna menjawabnya dan bahkan Aruna kadang bercerita, namun bahasanya seringkali tidak dimengerti oleh mereka. Ada juga kadang yang membawa cucu-cucu mereka. Aruna pun mengajak mereka bermain bersama. Semua mainannya dalam keranjang dikeluarkan dan dibagi-bagikan ke mereka di teras rumah. Tapi terkadang ibu harus menegur Aruna juga, karena kalau udah bermain terkadang suara Aruna agak teriak-teriak, padahal eyangnya sedang berbicara serius di dalam.

Monday, October 15, 2007

Bermain play dough dengan mas Daffa

Mas Daffa, putranya bude Ari datang ke Pontianak. Saudara Aruna yang satu ini tinggalnya di Jakarta. Mereka pertama kali bertemu waktu Aruna masih di tempatnya pakde Agung.

Wah, Aruna senang sekali karena mendapat teman bermain sekarang. Tampaknya mas Daffa juga demikian. Kalau ada mas Daffa, Aruna nguntit aja kemana mas Daffa pergi. Kalau maen ke rumah eyangnya Aruna, mas Daffa diperbolehkan maen apa aja oleh Aruna. Padahal kadang ada loh maenan yang masih dipegangin kenceng sama Arunna kalau ada temennya yang lain. Biasanya sih tetep akhirnya dipinjamkan, cuma ngga langsung ditawarin kayak kalau buat mas Daffa. Mereka memang kompak maen apa saja, dari bouncing di kasur, petak umpet, maen scooter, sampai maen playdough bareng. Nah maen yang terakhir ini, gayanya Aruna deh kayak ngajari aja, bikin kue ulang tahun, bikin kura2, dll. Padahal bukan karena ngga biasa maen, cuma mas Daffa mungkin rada geli liat playdoughnya Aruna, hehehe bukan yang kayak biasa dimaenkan ya mas... lah wong ini dibuat dari tepung beneran :)

Iya deh yang penting kalau habis bermain ya dibersihkan ya, Na...

Memanfaatkan limbah daun (2)

Aruna belajar mengamati berbagai pola daun dengan cara menempatkannya di bawah kertas dan menggosoknya dengan krayon. Timbullah berbagai bentuk daun yang ingin diamatinya tadi diatas kertas. Daun-daun itu antara adalah daun tanaman mangga, belimbing, dan nangka.


"Wah ndak ada...:( " kata Aruna waktu gambar daunnya masih belum terlihat.
"Wah ada, mommy! ada lagi!! Aruna mau lagi! " teriak Aruna.

Begitulah serunya Aruna menggambar daun-daun yang dipilihnya sendiri :)
Selain menggambar, Aruna juga jadi belajar mengenal tanaman buah-buahan.

Thursday, October 11, 2007

Memanfaatkan limbah daun (1)

Karena rutin paginya menyapu halaman rumah eyang, Aruna menjadi sangat terbiasa dengan sampah daun yang dikumpulkan eyang. Aruna belajar bagaimana sampah tersebut dikumpulkan dan dijadikan kompos.

Namun limbah daun ternyata juga bisa untuk media belajar berimajinasi. Ini dia karya pertama Aruna, kolase pohon dari daun kering. Daun-daun kering tadi dilap (soalnya habis hujan), terus ditempelkan di kertas yang sudah diberi gambar batang pohon dengan isolasi.


Wednesday, October 03, 2007

Kegiatan bareng Eyang Kakung

Apa saja kegiatan Aruna di Pontianak bersama Eyang Kakungnya? Lumayan banyaklah, soalnya eyang kakung juga banyak kegiatannya sih, nurun ke cucunya, sibuk terus bekerja :). Iya, eyang kakung di rumah membuka warung kesehatan, alias menjual obat-obat herbal buatan sendiri juga terapi dengan alat mps dan refleksi. Wah lumayan sibuk kalau lagi ramai pasiennya. Selain itu eyang juga memelihara ayam kampung dan ikan, juga menanam sayur-sayuran. Kalau yang ini hanya untuk konsumsi sendiri.

Tapi disela-sela kesibukan eyang kakung, eyang juga senang bermain dengan Aruna, ya sambil bermain ya sambil juga bekerja, seperti tanam-tanam sayuran sawi bareng, petik-petik daun obat-obatan, kasih makan ikan dan ayam atau menyusun jamu.


Terkadang juga bersama aruna, eyang kakung membantu ibu atau eyang muti, memasak di dapur.

Yang rutin lainnya adalah setiap pagi setelah Aruna dan adik Nara jalan pagi bareng eyang muti, Aruna menyapu halaman depan bareng eyang kakung atau eyang muti.

Sunday, September 30, 2007

Menikmati bulan purnama bersama

Malam-malam, Aruna dan eyang menikmati bulan purnama. Aruna belajar bahwa bulan purnama adalah salah satu peristiwa alam juga yang indah untuk dinikmati:) Aruna belajar bahwa ada yang menciptakan bulan dan bintang, pelangi yaitu Tuhan Yang Agung. Ibu mengajak Aruna untuk menikmati, mengantarkannya mengagumi ciptaan Tuhan yang ada. Tampaknya Aruna benar-benar menikmati malam itu, tak hanya si bulan tetapi juga kebersamaan bersama eyangnya :)

Thursday, September 27, 2007

Hari-hari pertama di Pontianak

Sesampainya di Pontianak, Aruna senang sekali karena rumah eyang luas dan berasa longgaaar sekali :), soalnya rumah yang di Manchester, super imut ya, Na!
Bertemu untuk kedua kalinya dengan eyang kakung (yang pertama waktu Aruna masih 2 bulan), Aruna sudah langsung nempel aja :),

Penyesuaian disana-sini juga dialami oleh Aruna. Antara lain dengan orang yang tinggal serumah seperti eyang kung dan om Hendy. Dulunya sih malu-malu sama om Hendy, tapi sekarang suka cari2 perhatian sama omnya :)

Banyaknya saudara2 lain yang datang juga membuat Aruna belajar mengembangkan kemampuan intrapersonalnya, bagaimana memulai interaksi dengan orang-orang baru seperti mengajak mereka ngobrol, walaupun bahasa Indonesianya sendiri masih belum terlalu jelas (malah dikira ngomong Cina sama mbak Lani saking cepetnya ngomong), mengajak main bersama, mengenal nama dan mengingat nama satu-persatu, dan mengenal nama-nama anggota sebuah keluarga.

Penyesuaian dengan cuaca juga harus dialami. Untunglah Aruna tidak mengalami sakit flu atau apa menghadapi perubahan cuaca. Namun yang menjadi masalah, ternyata Aruna mengalami alergi nyamuk. Kasihan juga Aruna, kalau digigit sedikit aja, merah dan bisa bengkak di sekitarnya, bahkan pernah sampai telapak kakinya bengkak dan kaku sekali, hingga untuk berjalan jadi terasa kurang nyaman. Dan setiap harinya Aruna harus sering-sering diolesi minyak serai, minyak tawon di sekujur tubuhnya :( dan makan makanan yang banyak mengandung anti-histamine dan anti-inflamatory, seperti sup ayam, kacang2an, sayuran yang banyak dan ikan. Sempat juga dimandiin jamu2an yang mengandung brotowali, sebab Aruna masih belum mau diminumi jamu, kalau udah digodokin mesti lari dulu :)
Jadinya ibunya yang minum, soalnya penyakitnya sama....hahahaha, turunan ternyata nak'e..maap ya :(

Walaupun badannya 'babak belur' begitu, dilarang dulu maen di kebun atau di deket kolam tidak digubrisnya. Maunya emang maennya ke semak-semak begitu, padahal nyamuk kebun itu paling ganas kalau menggigit :(

Sunday, September 16, 2007

Bertemu dengan saudara-saudara

Begitu mendarat di Jakarta, kami dijemput bude Diana dan pakde Agung ke Bekasi. Disana tinggal juga mas Dimas. Wah Aruna senang sekali dengan Dimas karena Dimas sudah bisa diajak berkomunikasi atau setidaknya kalau diajak guyon Aruna sudah bisa ketawa walaupun usianya juga baru 4,5 bulan.

Selama di Jakarta, Aruna juga dikunjungi saudara-saudara yang lain seperti keluarga pakde Supri yang ada mbak Tasya dan mas Glendy, keluarga bude Luki dengan mbak Nika dan mbak Lulu-nya, dan keluarga bude Ari ada mas Daffa dan mas Fais, ada pula eyang bude Cipete. Wah senangnya Aruna bisa bertemu dengan mereka semua. Dan walaupun baru pertama kali bertemu, Aruna sudah langsung terlihat akrab bermain bersama mereka, entah gambar-gambar, membaca, atau maen bouncing kasur.

Namanya juga sodara, begitu ketemu, langsung 'connect' kali ya:)


Thursday, September 13, 2007

Transportasi 2: Terbang ke Indonesia

Tanggal 10 September, Aruna terbang ke Indonesia dan menghabiskan selama 20 jam perjalanan bersama ibu, eyang dan adik Nara menuju Jakarta. Di airport, Aruna menyempatkan diri melihat lebih dekat bagaimana bentuk pesawat ssungguhnya dan melihat bagaimana persiapan para kru sebelum pesawat terbang. Aruna juga mengenal kata pilot dan pramugari sebagai salah satu jenis pekerjaan.

Selama perjalanan, Aruna lumayan membantu. Hanya saja ketika di Abu Dhabi, ketika itu kami harus menunggu transit selama 5 jam, padahal itu adalah jamnya Aruna untuk tidur.

Ibu dan eyang harus 'bekerja keras' membuat Aruna tetap melek. Bukan pekerjaan yang ringan tentu saja, karena itu berarti harus membawanya Aruna berjalan2 di dalam bandara, sementara ibu dan eyang juga lelah bergantian membawa Nara. Namun begitu di dalam pesawat yang membawa kami ke Jakarta, Aruna langsung puleesss...lessss boboknya sampai di Jakarta!

Friday, September 07, 2007

Perpisahan (untuk sementara)


Karena kami akan meninggalkan teman-teman di Manchester, untuk waktu yang cukup lama (tulisan ini dibuat ketika sudah ada kepastian kami akan kembali ke Manchester menemani ayah bekerja lagi disana untuk beberapa waktu), maka ibu dan Aruna pamit kepada semua teman-teman di Toy Library, di Parents and Toddler Group, dan juga teman2 maen Aruna yang lain. Bahkan teman-teman ayah dan ibu juga membuat pesta perpisahan di tempatnya bapak tua, wah kami bersyukur sekali karena memiliki teman-teman sebaik mereka. Sedih juga waktu kami pamitan. Namun Aruna belum terlalu mengerti benar, apa arti pamitan ini, namun jelas terlihat Aruna bisa merasakannya...dan ibu tetap berusaha menjelaskannya sesederhana mungkin. Yah, mudah2an dalam waktu dekat (setidaknya setengah tahun ke depan), kami bisa bertemu kembali dengan teman-teman semua yang baik kepada kami selama ini.

dengan teman-teman di Toy Library


dengan teman-teman dolan lainnya


dengan sahabat terdekatnya, inta

Saturday, August 25, 2007

Transportasi 1: Naik kereta api ke London


Untuk keperluan mudik, Aruna dan adik Nara perlu membuat paspor baru. Jadilah kami sekeluarga berangkat ke London dan tinggal selama 2 hari disana. Berangkat hari Selasa siang (21/8) dan kembali Kamis (23/8). Kami berangkat dengan naik kereta, yang disebut Aruna sebagai 'sussah payaaah'.
Loh kok bisa? Ya ini karena dulu bapak tua pernah bergurau kalau bunyi kereta itu,"'suuussaah paayaah...suuusaaah paayaah cari duuuit!!!!". Makanya sampai sekarang Aruna sering menyebut kereta api itu, 'suusah payah' :)

Aruna menikmati sekali perjalanan kali ini. Sepanjang jalan dia menyebut hewan ternak, atau bangunan atau apa saja yang menarik perhatiannya. Tapi itu ngga berlangsung lama karena Aruna langsung ketiduran bareng eyang muti. Sekarang Aruna tahu kalau mau pergi-pergi jauh, kita bisa menggunakan kereta api sebagai alat transportasinya.

Di London, kami menginap di hostel. Di hostel ini, Aruna terlihat 'excited' karena kamar
mandinya diatas, jadi kudu naik tangga walaupun ngga banyak siy anak tangganya dan ruang makannya di bassement (kudu turun tangga juga :) wah sip, kata Aruna!).

Hari pertama pun kita lewati dengan makan malam bersama bude Adhiek dan pakde Armin di restoran Cina. Karena laper, Aruna langsung aja maen serbu makanan pesanan bude Adhiek.

Hari kedua, seharian kami di Kedutaan mengurus pembuatan paspor untuk Aruna dan Nara.

Hari ketiga, nah ini dia! Ditemani bude Adhiek, kita seharian muterin pusat wisata di London, seperti Chatedral, Big Ben, sungai Thames , National Museum,dll, padahal hari itu hujan lumayan deras sepanjang perjalanan. Dan kami lebih banyak berjalan kaki daripada naik bis. Aruna sendiri lebih senang berjalan juga ketimbang naik pushchair-nya :)

Hari keempat kita pulang nyempetin juga sebelum pulang, nganterin eyang pamit ke tempat tinggalnya Ratu Elizabeth a.k.a Buckingham Palace :)

Friday, August 24, 2007

Mudik, mang!!!

Aruna bersama ibu dan adik serta eyang akan pulang ke Indonesia. Mudik kali ini pastinya akan lama karena berbagai pertimbangan dari ayah dan ibu. Aruna senang sekali ketika diberitahu bahwa Aruna akan pergi ke Pontianak, ke tempat Eyang muti. Apalagi ketika Eyang muti bercerita kalau disana Aruna bisa memberi makan ayam, ikan, bermain pasir, petik-petik bunga dan buah dan masih banyak lagi cerita eyang yang membuat Aruna sering berandai-andai seandainya dia tiba disana.

Kerena persiapan mudik juga dibarengkan dengan persiapan pindahan rumah, setidaknya ayah akan sementara tinggal sampai mendapat rumah baru, ibu pun sekalian melakukan 'packing' untuk mudik dan pindahan. Kebayang sekali kegiatan packing itu kayak apa...dari memilah barang yang masih bisa dipakai atau tidak, dibawa mudik atau masukkan kotak, pemberian label, dll. Aruna pun tak mau kalah hebohnya. Dia juga sibuk memilah buku dan mainan yang dimasukkan kotak atau koper yang akan dibawa ke Indonesia. Tapi kegiatan yang paling Aruna suka adalah memasukkan barang ke kotak, menutup dan memberi isolasi yang dia gunting sendiri.... dan hasilnya... kadang lebih banyak isolasi yang "tidak pada tempatnya" :)

Sunday, August 12, 2007

Jadi mommy (dan adik Nara)!




Aruna pengen bisa kayak mommy-nya yang menggendong adik Nara. Jadinya boneka kesayangannya pun digendong pakai kain dan dinina bobokan. Persis mommynya....:)
Tapi liat ini, ada juga yang pengen digendong kayak adik Nara?

Walah si Aruna !!!!

Thursday, August 02, 2007

Belajar membuat selai blackberry


setelah memanen blackberry bersama eyang di belakang rumah, aruna membantu ibu dan eyang belajar membuat blackberry jam! sambil membuatnya, aruna sekaligus belajar mengenal pewarna ungu dari bahan alami yang edible pula ...yum..yum...:)
aruna pun sambil 'dulat-dulit' bikinnya hehehe...