Showing posts with label food learning. Show all posts
Showing posts with label food learning. Show all posts
Sunday, February 01, 2009
Sunday, January 25, 2009
Chinese New Year 3 - It's all about food
Saturday, January 10, 2009
Giant Lemony Oatmeal Cookies
Kalau sore hari, kami punya kebiasaan 'tea time', yang diisi dengan minum susu (biasanya susu coklat panas) sambil menikmati cemilan sore. Nah dingin-dingin begini, makin giat pula kegiatan kami membuat makanan-makanan kecil.
Salah satunya ya "Giant Cookies" ini, ukurannya besar dan lumayan 'berat' karena oatmeal-nya
Aruna sudah makin mahir ber'main' dengan per-cookies-an. Iyalah, cuma tinggal di-blop-blop, katanya:). Waduuh, nggaya... yang biasanya kudu pakai cetakan, Aruna memang jadi ribet 'membersihkan' cetakannya.
Salah satunya ya "Giant Cookies" ini, ukurannya besar dan lumayan 'berat' karena oatmeal-nya
Aruna sudah makin mahir ber'main' dengan per-cookies-an. Iyalah, cuma tinggal di-blop-blop, katanya:). Waduuh, nggaya... yang biasanya kudu pakai cetakan, Aruna memang jadi ribet 'membersihkan' cetakannya.
Saturday, October 18, 2008
Jamur (3) Diatas Piring

Jamur ternyata makanan super yang kaya gizi, bahkan beberapa jamur masih mengandung vitamin B, protein, kalsium dan mineral, karbohidrat yang terpelihara dengan baik walaupun sudah dimasak.Jadi, dalam bulan ini masakan seputar jamur, sering menghiasi meja makan, dari pizza, stir fry noddle, sup atau cuma tumis-tumisan biasa, ibu sering masukin jamur. Ada yang rasanya kenyal seperti daging sering mengecoh Aruna, hehehe.....itu namanya diversifikasi pangan supaya makin kaya pengetahuan sensorik indra pengecapmu, Aruna....
Friday, October 17, 2008
Jamur (2) Edible Mushroom


Pusing jalan-jalan mencari jamur yang bisa dimakan (soalnya ibunya merasa gak yakin terus), akhirnya pencarian kita berujung di grocery shop, hihihi.... jadilah kita membeli beberapa jenis jamur, seperti oyster mushroom, portobello, button, shitake, shimeji. Aruna belajar mengenal tekstur, warna, dan bagaimana membuatnya tampak lezat sebagai makanan...hmmmmmm.
Saturday, September 27, 2008
Lebaran sebentar lagi...
Menjelang lebaran, ada beberapa kegiatan yang menjadi perhatian Aruna. Yang pertama tentunya kami meminjam beberapa buku dari Library tentang apa itu perayaan Eid Mubarak. Ada beberapa pengetahuan baru dari buku yang menambah perbendaharaan kata untuk Aruna. Kami juga mengingat kembali lebaran yang kami alami tahun lalu waktu kami masih di tempat eyang muti, bahkan Aruna masih ingat permen loli pertamanya dan juga menerima uang dari eyang dan bude-bude.
Lebaran kali ini, kami juga sibuk. Selain ibu membuat kue-kue lebaran, ibu juga membantu membuat opor ayam untuk open house di tempat pakde Iwan. Aruna pun banyak membantu ibu di dapur. Misalnya waktu membuat kue-kue, Aruna senang sekali membantu membuat nastar. Dia senang menancapkan cengkeh ke kue-kue tersebut.
Selain itu, Aruna juga membuat kartu lebaran buatan sendiri. Kartu ini rencananya diberikan ke 'ibu guru'nya di playgroup dan juga mas Ihsan.
Lebaran kali ini, kami juga sibuk. Selain ibu membuat kue-kue lebaran, ibu juga membantu membuat opor ayam untuk open house di tempat pakde Iwan. Aruna pun banyak membantu ibu di dapur. Misalnya waktu membuat kue-kue, Aruna senang sekali membantu membuat nastar. Dia senang menancapkan cengkeh ke kue-kue tersebut.
Selain itu, Aruna juga membuat kartu lebaran buatan sendiri. Kartu ini rencananya diberikan ke 'ibu guru'nya di playgroup dan juga mas Ihsan.
Saturday, September 20, 2008
Tiramisu, kenang-kenangan untuk Tante Marini
Ibu merencanakan membuat tiramisu buat perpisahannya Tante Marini yang akan back for good ke Indonesia. Tante Marini ini yang memperkenalkan Aruna tentang alat musik flute. Sebelum ujian akhirnya, Tante Marini membuat konser kecil di rumah, mengundang beberapa teman dan Tante memainkan semua lagu yang akan diujiankan. Waktu itu Aruna tenang sekali mendengarkan, walaupun lagu2nya cukup berat yaitu musik (klasik) Barok.
Kembali ke cerita tiramisu, Aruna baru kali ini terlibat dalam pembuatannya. Dia tidak tahu apa itu, dan bagaimana bentuknya nanti dll. Maka sebelumnya kami melakukan riset kecil2an tentang tiramisu berikut gambar2nya. Tentu saja, Aruna suuueneng waktu melihat gambar2nya dan tambah semangat ingin membuatnya. Sayangnya, dia tak bisa menikmatinya, ehhhmmm dikit ding, soalnya khan ada alkoholnya.

Lalu ada ide Aruna buat kasih coklat parut diatasnya, soalnya dia ingat cake yang terakhir di beri coklat parut ini, dia dapet bagian ujungnya:)
Hmmmmm, tiramisunya jadi extra yummy dong!
Kembali ke cerita tiramisu, Aruna baru kali ini terlibat dalam pembuatannya. Dia tidak tahu apa itu, dan bagaimana bentuknya nanti dll. Maka sebelumnya kami melakukan riset kecil2an tentang tiramisu berikut gambar2nya. Tentu saja, Aruna suuueneng waktu melihat gambar2nya dan tambah semangat ingin membuatnya. Sayangnya, dia tak bisa menikmatinya, ehhhmmm dikit ding, soalnya khan ada alkoholnya.

Lalu ada ide Aruna buat kasih coklat parut diatasnya, soalnya dia ingat cake yang terakhir di beri coklat parut ini, dia dapet bagian ujungnya:)Hmmmmm, tiramisunya jadi extra yummy dong!
Saturday, September 06, 2008
Making Apple Cake


Dapet kiriman panenan cooking apel dari tante Sisca, Aruna dan ibu berencana bikin apple sauce (untuk disimpan kalau mau bikin apple crumble) dan apple cake. Kita mulainya dengan bikin apple cake. Aruna terlibat sejak mengupas apel sampai menuangkan ke dalam loyang.
Jadinya kayak gini.....
apelnya terasa, cinamonnya terasa, almondnya terasa.....semua terasa nyummmm
Lalu, cerita apple saucenya tinggal kenangan, karena apel hasil panenan sendiri memang terasa lebih segar, lebih crunchy, uuuenak, walau dimakan begitu doooang. Jadinya kita potong2 dan makannya dengan strawberry yoghurt saja. Gitu aja udah uuueeeenaaak tenan!
Friday, July 18, 2008
(another) Cooking Show-membuat jelly
Tuesday, July 15, 2008
I am gooood at ........(another ruined dessert)
Friday, June 27, 2008
Membuat kecambah
Selain bertanam di tanah, Aruna juga belajar membuat kecambah. Ibu memang memperkenalkan Aruna bahwa media bertanam bisa selain tanah, bisa air, sabut kelapa atau pasir (walaupun belum bisa mencoba yang lain juga). Selain itu, Aruna juga belajar, bahwa bahan makanan yang dimasak ibunya bisa dihasilkan sendiri.
Thursday, June 12, 2008
From beads to seeds

Aruna membuat kreasi di kanvas dari biji-bijian. Sebelumnya, dia juga pernah bikin karya menempel semua beads untuk kalungnya di kertas karton, alasannya karena bosen hanya buat kalung saja.Karena itu, ibu kenalkan saja dengan biji-bijian ini. Selain membuat karya, dia sebenarnya juga belajar mengenal nama biji dan teksturnya. Yang digunakan adalah biji bunga matahari, biji labu, biji kacang hijau kupas atau yang masih hijau, biji lentils, biji kacang merah.
Dan dasarnya Aruna, bukannya diskusinya tentang warna atau ide karyanya, malah nanyanya soal bijinya itu enaknya dimasak apa!
Sunday, June 01, 2008
Japan's Day
Belajar tentang budaya Jepang, tampaknya baru 2 hal ini yang menarik perhatian Aruna yaitu kimono dan sushi. Aruna membuat pembatas buku berbentuk wanita Jepang yang memakai kimono. Aruna juga belajar melihat berbagai pakaian kimono melalui internet.


Tentang belajar membuat sushi, wah kalau yang satu ini kelihatan betul semangat membuatnya. Soalnya Aruna juga senang makan nori seaweednya! Kami membuat sushi jenis maki, selain jenis nigiri yang lebih mudah.
Kalau membuatnya saja sudah senang, apalagi makannya...whuut..whuut...whuut.....bablas sushi-ne!


Tentang belajar membuat sushi, wah kalau yang satu ini kelihatan betul semangat membuatnya. Soalnya Aruna juga senang makan nori seaweednya! Kami membuat sushi jenis maki, selain jenis nigiri yang lebih mudah.
Kalau membuatnya saja sudah senang, apalagi makannya...whuut..whuut...whuut.....bablas sushi-ne!
Thursday, March 27, 2008
Welcoming back International Food in Our Plate
Wuuih sangar judulnya! hehehe....
Iya, senang bisa kembali ke UK. Berarti bisa bikin lagi berbagai makanan dari berbagai mancanegara. Bukannya di Indonesia gak bisa karena alasan bahan dan alat, cuma kalau di rumahnya eyang, memang susah buat ibu bergerak:). Soalnya eyang khan makannya kebanyakan dari 'lahan sendiri', jadinya terbatas, dan eyang sekarang sudah males buat nyobain makanan aneh-aneh. Nah kembali ke UK, berarti ibu ketemu dapur sendiri dan hip-hip horay deh mau ngapain aja bisa! Apalagi ada Aruna! Patner sejatinya ibu hehehe....yang seneng makan dan bantuin bikin apa saja.
Kalau dipikir2 sebenarnya hampir 90% waktu aktif Aruna di rumah, adanya ya di dapur ini bersama ibu!
Dia memang senang bikin atau nungguin ibu, bikin makanan. Kalau ngerjain gambar atau belajar nulis, seringnya juga di dapur/ruang makan. Yang jelas buat kami, sumber pengetahuan bisa dimulai dari dapur (iya, soalnya akses internet emang bisa dari sini juga:)).
Kembali soal makanan internasional, ibu memang senang mencoba2 resep makanan dari berbagai negara. Sapa tahu bermula dari belajar tentang masakannya, bisa belajar tentang hal-hal lain tentang negara tersebut dan mudah-mudahan kalau ada rejeki bisa mengunjungi negara tersebut...hehehehe, mulia amat mimpinya si ibu!
Jadi apa saja yang dipelajari Aruna tentang makanan internasional ini?

membuat cookies, cake, aneka dessert
Kalau dipikir2 sebenarnya hampir 90% waktu aktif Aruna di rumah, adanya ya di dapur ini bersama ibu!
Dia memang senang bikin atau nungguin ibu, bikin makanan. Kalau ngerjain gambar atau belajar nulis, seringnya juga di dapur/ruang makan. Yang jelas buat kami, sumber pengetahuan bisa dimulai dari dapur (iya, soalnya akses internet emang bisa dari sini juga:)).
Kembali soal makanan internasional, ibu memang senang mencoba2 resep makanan dari berbagai negara. Sapa tahu bermula dari belajar tentang masakannya, bisa belajar tentang hal-hal lain tentang negara tersebut dan mudah-mudahan kalau ada rejeki bisa mengunjungi negara tersebut...hehehehe, mulia amat mimpinya si ibu!
Jadi apa saja yang dipelajari Aruna tentang makanan internasional ini?

membuat cookies, cake, aneka dessert(berbagai cemilan sehat (dan tidak sehat juga ding!))
membuat berbagai salad (dan rujak!)
(membuat homemade dressing dan berbagai paduan buah,daun, sayur,bunga,
dan favoritnya tetep Greek salad!)
membuat berbagai jenis sarapan pagi
(pancake, english breakfast, muslie cereals dengan berbagai paduan, omelets, toast)
mengolah berbagai noddles dari masakan Cina, Jepang, dan Italia
membuat berbagai salad (dan rujak!)(membuat homemade dressing dan berbagai paduan buah,daun, sayur,bunga,
dan favoritnya tetep Greek salad!)
membuat berbagai jenis sarapan pagi(pancake, english breakfast, muslie cereals dengan berbagai paduan, omelets, toast)
mengolah berbagai noddles dari masakan Cina, Jepang, dan Italia
Dan sebenarnya masih banyak yang dipelajari Aruna di dapur.
Lebih seru lagi karena kami berdua suka membayangkan diri menjadi para chef yang membawakan acara memasak di TV, hehehe...imajinasi kami berdua seringnya ke chef Jamie Oliver atau Gary Rhodes, atau Rachel Allen. Kami berdua juga sering berdiskusi untuk menggubah resep. Aruna, biasanya ibu mintai pendapat, misalnya untuk pilihan protein penggantinya, pilihan sayurannya atau kalau cake, pilihan buah atau isi.
Senang juga loh masak bareng Aruna, soalnya dia bener-bener membantu. Aruna sekarang juga sudah mulai mahir menggunakan pisau (walaupun yang ujungnya masih melengkung), atau menggunakan 'peeler' dan juga kadang sudah ibu bolehkan mengaduk masakan di kompor yang hidup. Semuanya tentu dengan pengawasan ibu. Soalnya daripada Aruna merengek dan malah mengganggu, ibu pikir kalau diajarkan sekalian soal safety-nya, mudah2an tidak akan terjadi kecelakaan yang berarti. Selama ini juga tampaknya Aruna bisa bertanggung jawab dan tidak main-main dengan barang-barang tajam di dapur.
Lebih seru lagi karena kami berdua suka membayangkan diri menjadi para chef yang membawakan acara memasak di TV, hehehe...imajinasi kami berdua seringnya ke chef Jamie Oliver atau Gary Rhodes, atau Rachel Allen. Kami berdua juga sering berdiskusi untuk menggubah resep. Aruna, biasanya ibu mintai pendapat, misalnya untuk pilihan protein penggantinya, pilihan sayurannya atau kalau cake, pilihan buah atau isi.
Senang juga loh masak bareng Aruna, soalnya dia bener-bener membantu. Aruna sekarang juga sudah mulai mahir menggunakan pisau (walaupun yang ujungnya masih melengkung), atau menggunakan 'peeler' dan juga kadang sudah ibu bolehkan mengaduk masakan di kompor yang hidup. Semuanya tentu dengan pengawasan ibu. Soalnya daripada Aruna merengek dan malah mengganggu, ibu pikir kalau diajarkan sekalian soal safety-nya, mudah2an tidak akan terjadi kecelakaan yang berarti. Selama ini juga tampaknya Aruna bisa bertanggung jawab dan tidak main-main dengan barang-barang tajam di dapur.
Tuesday, February 19, 2008
Panen 3: kangkung dan pak choi




Akhirnya panen sayuran lainnya dialami Aruna. Senangnya dia bisa memanen kangkung dan pak choi juga. Setelah menunggu hampir 3 bulan, ya sebenarnya juga sambil menyirami, walaupun jarang:) atau mengajak bicara, Aruna akhirnya bisa menikmati hasilnya. Rasa tumis kangkung dan udang, atau mie tiaw kuah dengan sayur pak choi menjadi berbeda, lebih nikmat, karena ada kerja keras, kesabaran dan ketekunan bersama.
Tuesday, February 05, 2008
Panen 1: bayam
Panen sayuran Aruna yang pertama: panen bayam. Sedapnya makan 'jangan bobor' dan tempe goreng . Iya, sayurannya dari hasil kebun sendiri, ehem, Aruna yang membantu siram tanaman di kebun, dan tempe gorengnya dibuat oleh Aruna juga, karena dia membantu bikin bumbunya:)Wah, senangnya bisa makan hasil keringat sendiri, ya Na!

Sunday, January 20, 2008
Merayakan Tahun Baru Cina
Di Pontianak, tahun baru Cina selalu dirayakan dengan sangat meriah. Sepanjang jalan Gajah Mada atau Tanjung Pura, banyak sekali dijual hiasan, makanan dan banyak sekali lampu-lampu, tulisan berwarna merah yang dipasang di toko-toko. Ini tentu saja menarik perhatian Aruna sekaligus merupakan pengalaman baru. Aruna juga sempat berjalan-jalan di malam tahun baru dan melihat keramaian yang lebih dari biasanya. Sayang karena kesibukan eyang dan om Hendy, kami tidak bisa pergi ke kota Singkawang, dimana tahun baru dan Cap Gomeh dirayakan secara lebih khusus dengan adanya perarakan naga besar.
Eyang juga mempunyai sahabat dan teman-teman orang Cina yang merayakan tahun baru Cina. Mereka biasanya memberikan bingkisan ketika kami merayakan Natal. Sebagai balasannya, ketika tahun baru Cina, eyang muti juga memberikan bingkisan makanan kepada mereka. Kali ini eyang muti akan memberikan coklat kacang mete yang disusun di dalam toples-toples. Aruna membantu eyang juga untuk mematahkan coklat, mengaduknya dengan kacang, atau meniupi coklatnya biar dingin (rada disengaja kalau yang ini, nanti pura2 tangannya menyolok kacang, terus kalau rusak, boleh dimakan deh sama dia!).

Sayang Aruna tidak ikut eyang pergi berkunjung ke tempat teman eyang. Mungkin kalau ikut dia jadi tahu yang namanya Ang Pau :)
Eyang juga mempunyai sahabat dan teman-teman orang Cina yang merayakan tahun baru Cina. Mereka biasanya memberikan bingkisan ketika kami merayakan Natal. Sebagai balasannya, ketika tahun baru Cina, eyang muti juga memberikan bingkisan makanan kepada mereka. Kali ini eyang muti akan memberikan coklat kacang mete yang disusun di dalam toples-toples. Aruna membantu eyang juga untuk mematahkan coklat, mengaduknya dengan kacang, atau meniupi coklatnya biar dingin (rada disengaja kalau yang ini, nanti pura2 tangannya menyolok kacang, terus kalau rusak, boleh dimakan deh sama dia!).

Sayang Aruna tidak ikut eyang pergi berkunjung ke tempat teman eyang. Mungkin kalau ikut dia jadi tahu yang namanya Ang Pau :)
Subscribe to:
Posts (Atom)







